Cerita Sukses

Menggantikan sistem lama yang sudah dipakai lebih dari 20 tahun adalah pekerjaan yang tidak mudah untuk dilaksanakan. Ini membutuhkan komitmen yang kuat dari tim manajemen tingkat atas dan dukungan penuh dari semua level di tim operasional.

Tujuan utama dari sistem baru adalah untuk mendapatkan data stok yang akurat dan informasi detail atas harga pokok produksi agar manajemen tingkat atas dapat menganalisa dan memberikan keputusan yang tepat waktu.

Untuk mencapai tujuan itu, semua proses mulai dari penjualan, perencanaan produksi, pembelian, manajemen persediaan, produksi, kontrol kualitas produksi, keuangan dan akunting harus terintegrasi untuk mengurangi redundancy (pengulangan proses yang sama), double entry, dan dokumentasi secara manual. Di sini diperlukan keinginan kuat dari setiap departemen untuk mau memecahkan pembatas antar mereka dan mengadopsi paradigm baru yang ada di dalam proses integrasi sistem ERP.

Besar jumlah varian produk, melebihi 15,000 varian dan sebagian tersimpan di dalam sistem lama, sebagian lagi dalam hardcopy menjadikan timbulnya masalah dalam proses pengumpulan, penyatuan, dan standarisasi informasi untuk dapat membantun satu sumber yang valid atas data Bill of Material dan Routing (termasuk alternative Bill of Material dan Routing).

Industri Flexible packaging merupakan salah satu proses produksi paling kompleks dan harus ditangani dengan sistem yang memiliki fitur yang lebih flexible. Karena memiliki banyak variable yang perlu dipertimbangkan sebelum suatu pesanan dapat mulai dieksekusi, misalkan: tipe material, jumlah warna, jumlah lapisan, lebar, panjang, silinder yang dipakai, dll. Jumlah volume transaksi produksi yang tinggi melebihi dari 700 job order per bulan, membutuhkan  user interface yang memudahkan user dengan mempercepat proses entry data di production-line tanpa menghilangkan ketersediaan informasi penting untuk menghasilkan laporan costing dan waste yang komprehensif.

Approval atas transactions harus dilakukan di dalam sistem degan level otoritas yang sudah ditentukan untuk memastikan semua transaksi menjadi benar dan valid.

Pada akhirnya, semua data yang ada di dalam inventori dan produksi harus diteruskan untuk keuangan dan akunting dalam menghasilkan laporan keuangan.