Cerita Sukses

Geocean Indonesia

PT. Geocean Indonesia dengan bisnis yang berfokus pada submarine pipeline system, trenching, backfilling & dredging dengan spesialisasi di pipeline construction with shallow water pipe laying. Sekarang ini, Geocean terlibat dalam beberapa proyek yaitu: SISI NUBI (Kalimantan), PNG (Batam & Sumatera), Petronas (Malaysia), GORO (New Caledonia), Labuan (Malaysia) untuk pekerjaan pipe laying.

Sebagai anak usaha dari perusahaan Perancis, Analytical Code adalah hal utama yang menjadi pertimbangan dalam pembuatan laporan. Semua beban dan pendapatan harus bisa dikategorisasi ke dalam analitical code, seperti : Rental, Purchase, dll.

Sebagai contoh: Rental Genset, transaksi pembelian pipa harus dicatat dengan menggunakan chart of account: Rental Machine & Purchase Other Supply & Consume, dan analytical code: Rental for Genset & Purchase incorporated.

Semua laporan harus tercatat dengan informasi analytical code dan kemudian dikonsolidasi di kantor pusat.

Geocean Indonesia harus menyediakan laporan dalam 2 base currency yaitu IDR untuk kebutuhan perpajakan di Indonesia dan EURO untuk kantor pusat. Untuk kebutuhan perpajakan, sistem ERP yang dipilih harus mengadopsi peraturan perpajakan Indonesia. Geocean tidak hanya mengenakan pajak pertambahan nilai/PPN tapi juga mengenakan beberapa withholding tax, sistem ERP harus mampu mengakomodasi kebutuhan beberapa jenis pajak seperti PPh pasal  23, 15, dll.

Sebagai perusahaan kontraktor, Geocean selalu menggunakan kontrol budget. Sistem ERP harus menyediakan sarana untuk membantu dalam mengontrol dan mengevaluasi proyek seperti laporan cash flow per phase per project, laporan komitmen & realisasi proyek, dll.